from BTemplates!

potensi pertanian tebu


Potensi Pertanian Tebu

Desa gemulung memiliki perbatasan persawahan pada setiap sisinya, atau dapat dikatakan pemukiman warga berada di tengah-tengah persawahan. hal tersebut menyebabkan mayoritas pekerjaan warga desa Gemulung adalah petani. banyak sekali hasil pertanian seperti padi, ketela pohon, dan tebu. namun sektor yang paling menonjol dari ketiga hasil pertanian tersebut adalah pertanian tebu. Tebu hanya mengalami masa panen satu kali tiap tahunnya. di desa gemulung terdapat 15 unit penampungan dan pengolahan tebu. setiap unitnya dapat menghasilkan 700 kilogram per hari pada masa panen. jadi total hasil pertanian tebu di desa gemulung mencapai 10,5 ton tebu tiap harinya.
melihat potensi penghasil tebu yang begitu besar, banyak industri gula yang mengambil bahan mentah berupa baggase (larutan kotor hasil penggilingan batang tebu) untuk diolah kembali menjadi gula pasir. namun tidak sedikit juga warga desa yang mengolah tebu tersebut menjadi gula merah atau sering disebut gula jawa. keterbatasan modal, SDM, dan peralatan yang lebih modern membuat warga desa gemulung kesulitan untuk mengolah gula tebu menjadi gula pasir, mengingat pengkristalah gula cair menjadi gula pasir membutuhkan mesin pemanas vakum yang harganya tidak terjangkau oleh masyarakat.
Untuk pembuatan gula pasir, batang tebu yang sudah dipanen diperas dengan mesin pemeras (mesin press) di pabrik gula. Sesudah itu, nira atau air perasan tebu tersebut disaring, dimasak, dan diputihkan sehingga menjadi gula pasir yang kita kenal. Dari proses pembuatan tebu tersebut akan dihasilkan gula 5%, ampas tebu 90% dan sisanya berupa tetes (molasse) dan air.
Pertama-tama bahan mentah dihancurkan dan diperas, sarinya dikumpulkan dan disaring, cairan yang terbentuk kemudian ditambahkan bahan tambahan (biasanya di gunakan kalsium oksida) untuk menghilangkan ketidak kemurnian, campuran tersebut kemudian dimurnikan dengan belerang dioksida. Campuran yang terbentuk kemudian dididihkan, endapan dan sampah yang mengambang kemudian dapat dipisahkan. Setelah cukup murni, cairan didinginkan dan dikristalkan (biasanya sambil diaduk) untuk memproduksi gula yang dapat dituang ke cetakan. Sebuah mesin sentrifugal juga dapat digunakan pada proses kristalisasi.
namun pengolahan gula tebu oleh manyarakat gemulung hanya menggunakan metode tradisional yaitu dengan menggiling batang tebu kemudian memurnikannya dengan memanaskan pada sebuah tungku dan ditambahkan zat pemisah kotoran sehingga membentuk gumapalan kental yang kemudian didinginkan dengan cara ditumpakan ke lantai dan terbentuklah gula merah.
dipasaran harga gula merah dengan gula pasir terpaut Rp 2000,- per kilogramnya. permasalahan yang ada pada desa gemulung adalah ketidakmampuan masyarakat desa untuk dapat mengkristalkan gula yang sudah bersih (nira) menjadi butiran kristal gula yang padat. faktor-faktor seperti kurangnya pengetahuan serta kurangnya dana masyarakat untuk dapat membeli alat pengkristal gula menjadi petani kalah bersaing dengan produk-produk luar yang memiliki investasi besar.

0 komentar:

Poskan Komentar