from BTemplates!

pertanian sayur tomat


Tomat, Buah Sayur Penghasil Uang

Hot News | 31-Mar-03
Jika orang menyebut tomat, asumsinya adalah buah untuk sayuran. Padahal sudah lama tomat menjadi buah tangan yang siap dimakan atau dibuat jus yang segar sebagai minuman.

Harga tomat sempat anjlok karena membeludaknya pasokan dari berbagai daerah ke pasar. Tentu saja hal itu tidak menggembirakan para petani maupun pedagang tomat. Namun, pangsa pasar tomat tetap tinggi, baik untuk sayuran, buah tangan, maupun untuk dibuat minuman. Dengan manajemen yang baik, usaha tani tomat tetap akan menguntungkan.
--------

Jika orang menyebut tomat, asumsinya adalah buah untuk sayuran. Padahal sudah lama tomat menjadi buah tangan yang siap dimakan atau dibuat jus yang segar sebagai minuman. Sehingga tomat bukan lagi sebagai buah sayuran, tetapi lebih dari itu, yaitu dimakan mentah.

Pemahaman tomat sebagai sayuran memang tidak bisa dihindari karena sejak semula tomat lebih banyak dipakai sebagai sayur atau lalapan. Sampai sekarang pun tomat sayuran masih tetap dicari. Padahal sesuai perkembangan, tomat juga sudah menjadi buah yang siap dinikmati.

Beragamnya fungsi tomat ini tentu saja memberikan peluang bagi petani. Pasar tradisional sekarang telah menjual buah tomat sebagai buah tangan, sayuran, maupun untuk jus. Harganya tentu saja juga bervariasi, paling murah tomat untuk sayuran.

Bentuk fisik tomat untuk sayuran dan tomat untuk buah tangan berbeda. Pada tomat untuk buah penampakannya lebih menarik dan halus, bahkan ada yang volumenya lebih besar. Sedangkan pada tomat sayur lebih banyak tonjolannya.

Saat ini luasan tanaman tomat secara nasional berkisar 30.000 hingga 50.000 hektare per tahun. Permintaan tomat terus meningkat karena selain dijual di pasar tradisional, buah tomat juga dijual di super market, mal-mal, maupun dijual langsung ke hotel dan restoran.

Melihat kondisi itulah, selera pasar akhirnya disesuaikan dengan peruntukan buah tomat itu. Untuk mendapatkan buah tomat sesuai selera pasar, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Departemen Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) terus melakukan penelitian dengan cara menyilangkan varietas induk dengan varietas lainnya.

Dari situlah diharapkan bisa dihasilkan tomat hibrida yang bisa diterima pasar dengan baik. Saat ini para petani masih banyak yang mengembangkan tanaman tomat tanpa menggunakan bibit yang baik.

Mereka biasanya langsung mengambil biji tomat dari kebunnya kemudian menyemaikannya. Akibatnya produktivitasnya menjadi rendah. Seperti untuk dataran tinggi produktivitasnya berkisar 10 hingga 15 ton per hektare, dan untuk dataran rendah sekitar dua hingga tiga ton.


Terus Dikembangkan

Menurut peneliti dari Balitsa, Budi dan Anggoro Hadi, saat ini Balitsa bekerja sama dengan UD Riawan Tani telah mengembangkan berbagai varietas tomat, dan tiga yang sudah diluncurkan, yaitu varietas Zamrud, Opal dan Mirah.

Dalam kerja sama itu, UD Riawan Tani yang menyediakan dana untuk penelitian dan memasarkan produknya, sedangkan Balitsa sebagai pihak yang meneliti dan mengembangkan varietas tomat yang bisa diterima pasar dengan baik.

Dijelaskan, tomat hasil penyilangan beberapa varietas tomat ini mampu berproduktivitas 30 hingga 45 ton per hektarenya. Ketiganya mempunyai rasa manis masam, dan cocok untuk dataran rendah. Tomat ini mempunyai daya simpan hingga sembilan hari.

Tomat varietas Zamrud baik untuk dimakan, dimasak dan diolah sebagai pasta. Tanaman ini toleran terhadap layu bakteri. Bentuk penampakan fisiknya bulat, dan warna merah menandai kematangan buah itu. Kemudian tomat varietas Opal baik untuk dikonsumsi segar dan olahan, serta toleran terhadap layu bakteri. Bentuknya agak oval dan halus.

Sedangkan tomat varietas Mirah baik untuk dikonsumsi segar dan olahan, cocok untuk dataran rendah, dan toleran terhadap layu bakteri. Bentuk fisik tomat Mirah adalah berlekuk-lekuk mirip semangka.

Untuk menghasilkan buah tomat yang memiliki produktivitas tinggi dan bentuk fisik yang bagus maka harus diawali dengan seleksi benih yang bermutu. Benih sangat menentukan hasil produksi tomat. Semakin berkualitas benih itu, maka produksinya juga akan semakin bagus.

Saat ini banyak petani yang membuat sendiri benih tomat dengan cara menyemaikan dari buah tomat yang diproduksi. Akibatnya produktivitasnya semakin menyusut.

Benih yang berasal bukan dari parental (induk) bermutu akan membuat produktivitas buah menjadi lebih rendah, sehingga daya saing juga menjadi rendah. Artinya, biaya bisa saja tetap atau lebih tinggi, tetapi jumlah produksi menurun sehingga pendapatannya menurun.

Karena itulah, sebaiknya petani membeli benih bermutu sehingga produktivitas tomat menjadi lebih tinggi. Puji dari UD Riawan Tani Blitar mengakui, saat ini harga benih tomat yang baik sekitar Rp 15.000 per bungkus (isi 5 gram). Harga benih tomat varietas Mirah, Opal dan Zamrud juga dalam kisaran itu.

"Tidak banyak jenis benih tomat yang dijual. Semuanya memiliki produktivitas di atas 30 ton per hektare," katanya. Untuk keterangan lebih jelas tentang benih varietas ini, dapat menghubungi Riawan Tani di (0342) 808020.


Sumber: Pemb
Klik di sini untuk kembali.

0 komentar:

Poskan Komentar